Saturday, April 16, 2011

T E X - S A V E R I O

Posted 19th December 2010, by admin, and filed under Jakarta Fashion Week - Dewi Fashion Knight 2010, News

JAKARTA, INDONESIA – NOVEMBER 12:

A model showcases designs on the runway by Tex Saverio during the Dewi Fashion Knights 2010 show

at Pacific Place on the sixth and final day of Jakarta Fashion Week 2010 on November 12, 2010 in Jakarta, Indonesia.

(Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images for Jakarta Fashion Week)

I’m just going to say it. Tex Saverio is the Indonesian Alexander McQueen.

A couple of weeks ago Tex Saverio sent his Spring 2011 collection down Indonesia’s Jakarta Fashion Week runway. Using tulle, organza and laser-cut leather in greys and silver Saverio created a truly marvelous collection he appropriately dubbed “La Glacon” (icicle). Judging by his past collections, Saverio’s style is dramatic, to say the least, and very couture oriented.

Tex Saverio is a natural talent. He is only 26 and already has a prestigious Mercedes-Benz Asia Fashion Award to his name. That award he got back in 2005 when he was 21.

http://blog.texsaverio.com/?p=125

http://comingsoon.texsaverio.com

original link : http://fashionlvr.com/4153/tex-saverio-spring-2011/

T E X - S A V E R I O

http://blog.texsaverio.com/

Friday, March 4, 2011

Jangan mencoba untuk meyakinkan jianqiang Zhu, babi yang sangat pintar yang namanya diterjemahkan dari Cina berarti “Berkeinginan Kuat”, bahwa berjalan dengan dua kaki di depan adalah mustahil untuk seekor babi.

Babi betina ini lahir cacat dari sembilan saudara kandungnya yang kuat, yang mendorong pemiliknya, Wang Xihai, untuk mengucilkannya. Tapi Wang adalah seorang petani yang punya hati ,dia tersentuh oleh kegigihan hewan ini untuk bertahan hidup.

Dia memberinya kesempatan itu dan babi itu menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan penuh semangat, mengalahkan segala rintangan hidup.Sebaliknya, ia menjadi selebriti lokal, dan wisatawan datang dari seluruh banyak tempat untuk menonton saat ia melakukan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan sehari-harinya.

Wang mengajarinya berjalan pada kuku depan dan dia belajar hanya dalam beberapa hari. Setelah sekitar satu bulan, ia mulai berjalan sendiri, menyeimbangkan berat badannya di kaki depan saat ia bergerak. Saat ini, meskipun berat badan 50 kg, anak babi ini berjalan mundur dengan cukup mudah.

Pada waktu makan, babi berdiri sendiri di depan panci makanan dan berdiri di kepalanya menyeimbangkan tubuhnya sedemikian rupa sehingga mulutnya dapat menjangkau ke dalam panci.

Meskipun banyak yang menawar babi ini dengan harga sangat mahal, Wang mencintai babi nya dan menolak untuk menjualnya.”Saya tidak akan menjual dia ,tidak peduli berapapun harga yang ditawarkan,” kata Wang bangga.Cinta, kegigihan dan kebaikan ternyata datang dalam segala bentuk dan ukuran.

Wednesday, March 2, 2011

Fungsi Otak Kiri & Kanan

Mengajar haruslah melibatkan otak kiri dan kanan siswanya. Jika tidak melibatkan kedua fungsi otak itu, ketidakseimbangan akan terjadi bagi diri siswa. Potensi salah satu otak itu akan lemah dan semakin lemah. Untuk itu, semua guru/dosen/trainer ketika mengajar haruslah menggunakan strategi pelibatan otak kiri dan kanan
siswanya.

Otak manusia dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan diidentikkan tentang kreativitas, persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail.

Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan rapi, perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, logika, terstruktur, analitis, matematis, sistematis, linear, dan tahap demi tahap.

Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

Otak kanan berfungsi dalam perkembangan EQ (Emotional Quotient), seperti hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.

Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient) seperti hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.

Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.

Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Begitu pula, bagi siswa, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak itu sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju kedewasaan. Dengan begitu, guru/dosen/Trainer dalam mengajar di kelas, metode apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri.

Istilah-istilah populer yang memayungi kegiatan belahan otak kiri adalah

- Akademik

- Intelektual

- Bisnis

Belahan otak kanan :

- Artistik

- Kreatif

- Naluriah

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kekuatan dan kelemahan yang berkelanjutan dari keterampilan kortikal setiap orang lebih merupakan fungsi kebiasaan daripada desain dasar otak. Bila seseorang memiliki kelemahan pada area tertentu, kemudian dilatih maka keterampilan dan kekua

tan orang tersebut di area-area lain ikut menguat. Misalnya A lemah dalam keterampilan menggambar dilatih menggambar dan melukis, maka kinerja akademisnya akan meningkat secara keseluruhan, terutama pada bidang-bidang seperti geometri dimana persepsi dan imajinasi berperan penting.

Contoh lain adalah keterampilan yang dimiliki otak kanan yaitu melamun yang sangat penting bagi ketahanan hidup otak. Melamun memberi istirahat yang sangat diperlukan kepada bagian-bagian otak yang melakukan pekerjaan analitis dan pengulangan, melatih pemikiran proyektif dan imajinatif dan memberi kita kesempatan untuk mengintehrasikan dan mencipta. Kebanyakan jenius besar menggunakan lamunan yang diarahkan untuk membantu mereka memecahkan masalah, menghasilkan ide dan mencapai tujuan.

Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian :

Si otak kanan : humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ede = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.

Si otak kiri : serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percaya fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.

Anda melihat wanita ini berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam?

Jika searah jarum jam, maka Anda lebih banyak menggunakan otak kanan dan sebaliknya.

Tuesday, February 22, 2011

ASIAN Kung-Fu Generation

Asian Kung-Fu Generation (アジアン・カンフー・ジェネレーション Ajian Kanfū Jenerēshon), typeset as ASIAN KUNG-FU GENERATION, is a Japanese rock band formed in Yokohama, Japan in 1996. For nearly its entire career, the band has consisted of vocalist Masafumi Gotō, guitarist Kensuke Kita, bassist Takahiro Yamada, and drummer Kiyoshi Ijichi.The band's musical style is influenced by seminal Western punk and alternative rock acts in conjunction with their own local Japanese indie rock background. As a result, their songs maintain a balance of various aspects of the genres, most typically expressing fast-paced tempos and prominent, hard-edged guitar riffs as well as rhythmic flow and emotional lyrics. Despite the indie nature of their music, the band has enjoyed worldwide commercial success in addition to critical acclaim After a busy 2008, the band spent time touring and writing new material. In March 2009, they released their fifth DVD, Eizō Sakuhinshū Vol. 5, featuring a collection of live videos from various live events in 2008. In July 2009, Asian Kung–Fu Generation held their annual Nano-Mugen festival. This was accompanied by Nano-Mugen Compilation 2009, which featured a new track, "Yoru no Call" (夜のコール Call of the Night?), and tracks from each of the other 16 bands that partook in the festival. At the conclusion of the festival, Gotoh announced the group had started writing and producing a new album. Immediately following Nano-Mugen, the group kicked off their 2009 festival summer season with performances at Korea's "Jisan Valley Rock Festival", "Rock in Japan Festival 2009", and "Sweet Love Shower Festival 2009". In October, their sixth DVD, Eizō Sakuhinshū Vol. 6, was released and was also the band's first release on Blu-ray. It featured a concert from their March 2009 hall tour "World World World", which featured a more experimental set design and set list, as well as the use of instruments such as tenori-on and a strings section. The second half of the set included the whole of their 2008 album Surf Bungaku Kamakura from start to finish.
The band released their 13th single, "Shinseiki no Love Song" (新世紀のラブソング Love Song of the New Century), on December 2, 2009, which featured a DVD of songs from the group's appearance at Jisan Valley Rock Festival earlier in the year. At the same time, the band announced that at the end of March 2010, they would be releasing a new single titled "Solanin", which was to be used as the theme song to the film of the same name. The single featured a remix of "Mustang" from Mada Minu Ashita ni, which was a studio mix of the version played on Eizō Sakuhinshū Vol. 6. The track was also used as the ending theme to the movie.
In January 2010, Gotoh posted an entry into his diary stating that they had recorded a Japanese version of The Rentals song "A rose is a rose". In February 2010, the band spent 2 weeks in New York, in which they recorded 2 songs. In the same month it was announced that the band would provide the opening theme for the anime The Tatami Galaxy, which features character design from Yusuke Nakamura, the same artist who illustrates the Ajikan CD covers. The song was titled "Maigoinu to Ame no Beat" (迷子犬と雨のビート A Stray Puppy and the Beat of the Rain).A single release is to follow. In April 2010, Gotoh posted an entry into his diary stating that the band's 6th full length album would be released in June 2010 with the title "Magic Disk"(マジックディスク Majikkudisuku?).

FLOW Japanese Band

Band Flow asal jepang ini yang merupakan salah satu band pengisi lagu dalam animasi Naruto dan Naruto Shippuuden. Saya mengenal band ini karena mendengarkan lagunya yang berjudul Re:Member dan Go!. Kemudian pada saat Flow menyanyikan lagu Sign di animasi Naruto Shippuuden, saya langsung tahu bahwa Flow yang menyanyikan lagu ini, dikarenakan suara khas Khoshi Asakawa atau yang dikenal dengan nama Khoshi (orang yang biasa memakai topi).

Dari Kiri ke kanan: Take, Gotou, Keigo, Khoshi, Iwasaki
Dari kiri ke kanan Gotou, Iwasaki, Take, Khoshi, Keigo
Flow merupakan bagian dari Sony Music Jepan dengan label Ki/oon Records. Flow terdiri dari 5 personil, 2 personil pada vocal (Keigo Hayashi dan Khoshi Asakawa biasa dikenal dengan nama Keigo dan Khoshi), 1 personil pada gitar (Takeshi Asakawa biasa dikenal dengan Take), 1 personil pada bass (Gotou Koutarou biasa dikenal dengan Gotou) dan 1 personil pada drum (Hiroshi Iwasaki biasa dikenal dengan Iwasaki). Band ini bermula ketika Khoshi dan Take bermain musik bersama. Mereka bersaudara, dimana Khoshi merupakan kakak dari Take. Mereka memformasikan FLOW pada tahun 1998, dimana bergabung Keigo dan Gotou, dan yang terakhir bergabung adalah Iwasaki pada tahun 2000. Pada musim semi tahun 2009, mereka telah mengeluarkan 20 album, dimana terdapat mini album dan full album. mini album pertama bernama Flow#0 dan full album pertama dikeluarkan pada Juli 2003 dengan nama Splash!!!

Friday, December 24, 2010

Pikachu di lelang !!

Jika Anda penggemar kartun Jepang pasti Anda tahu tokoh Pikachu pada film Pokemon.

Seorang pria mengklaim bahwa ia telah menemukan hutan Pikachu dan menawarkan diri untuk menangkap Pikachu dan menjualnya pada sebuah lelang di Jepang. Harganya? 925 juta dolar Amerika!

Total hanya 20 Pikachu yang akan ditawarkan. Harga tersebut sudah termasuk persediaan makanan untuk 3 bulan dan video berdurasi 60 menit yang mengajarkan bagaimana cara merawat Pikachu.

Hachiko Monogatari - Kesetiaan seekor anjing

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun.

Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko. Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan," saya akan menunggu tuan kembali."

"Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!" teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,"guukh!" Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia. Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Hachikō
Picture of Hachikō
SpeciesDog
BreedAkita Inu
SexMale
BornNovember 10, 1923 near the city of Ōdate, Akita Prefecture
DiedMarch 8, 1935 (aged 11) Shibuya, Tokyo
Resting placeNational Science Museum of Japan in Ueno, Tokyo.
Nation fromJapan
Known forwaiting for the return of his deceased owner
OwnerHidesaburō Ueno
Appearancegolden brown with cream color on upper face